Cari Blog Ini

Jumat, 10 Juni 2022

Geliat Duniamusik Keras Cikarang Di Masa Pandemi.

                                             Oleh :  Ali Hanjani 


Perkembangan industri musik di indonesia saat ini memang menuntut perubahan bukan di Indonesia saja bahkan duniapun sepertinya. Para pemusik dan juga stake holder terkait pun dipaksa untuk menyesuaikan diri ketika terjadi pergeseran industri musik dari konvensional menjadi digital. Perubahan industri musik itu terpaksa di jalani oleh sebagian para musisi di Cikarang khususnya . Sebagian dari mereka yang tidak puas dengan industri musik di Tanah Air atau ingin mengembangkan sayap pun mencoba peruntungan dengan bergabung dengan label.


Di masa Pandemi ini beberapa kegiatan event musik di Cikarang bisa di bilang sepi, hali ini di awali saat peraturan pemerintah mengenai Covid19 di berlakukan. Para pekerja di industri musik di Cikarang 
dan sekitarnya tidak luput dari dampak pandemi 
Covid-19. Sebelum kehadiran pandemi, ekosistem kegiatan musik di Cikarang tidak bisa terlepas dari kegiatan pertemuan fisik yang menciptakan adanya 
kerumunan manusia dalam penyelenggaraannya, 
baik dalam kegiatan pertunjukan efent gigs
maupun dalam promo karya. Tidak hanya 
berorientasi pada distribusi komoditas, pertemuan 
fisik menjadi aktivitas “sakral” bagi para musisi
dan komunitas pendengarnya untuk menguku-
hkan ikatan serta menyampaikan nilai-nilai 
dalam karyanya. Sehingga praktis, saat kegiatan 
berkerumun menjadi aktivitas yang dilarang, 
sumber pendapatan para pekerja yang terkait di musik Cikarang 
ini menjadi terhenti. Berbulan-bulan kegiatan musik harus mengalami kondisi yang 
tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Rantai 
pendapatan terhenti akibat hilangnya kerumunan 
penonton dan panggung gigs.

Secara umum geliat industri musik Di Cikarang mulai semakin mengarah ke arah yang lebih maju hal itu terlihat dari beberapa Event musik yang diadakan secara tertutup untuk membatasi kerumunan dan sangsi pemerintah, walau demikian event tersebut tetap antusias di hadapan Para kawan-kawan pecinta musik keras. Untuk mensiasati keboringan dalah efent gigs yang masih belum dapat perizinan dari pemerintah, beberapa band melakukan kegiatan promo dan live efent di dunia maya di akun sosial media seperti Facebook, Instagram, Youtube dll. Hal ini sangat memicu para musisi atau band agar tetap produktif menghasilkan karya wealau d masa pandemi ini. 

Geliat musik Cikarang tidak 
akan bisa terus bergerak tanpa adanya dukungan 
dari penikmatnya. Situasi pandemi menjadi ruang 
bagi para penikmat musik untuk ikut mendukung 
pergulatan karya dari kawan-kawan musisi atau band Cikarang guna dalam mentransfer energi dalam ruang 
pertunjukan digital maupun konvensional. Semoga geliat para pelaku dan penikmat musik keras Cikarang semakin terus maju dan pandemi ini cepat berlalu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SUNSS!! TAMPILKAN BLUES YANG LEBIH FRESH DAN PENUH TEHNICAL

SUNSS!! adalah sebuah band asal Kota Bandung yang mengusung genre Blues, namun SUNSS!! tidak hanya berekspresi dan bereksperimen...