Oleh : Ali Hanjani
Perkembangan industri musik di indonesia saat ini memang menuntut perubahan bukan di Indonesia saja bahkan duniapun sepertinya. Para pemusik dan juga stake holder terkait pun dipaksa untuk menyesuaikan diri ketika terjadi pergeseran industri musik dari konvensional menjadi digital. Perubahan industri musik itu terpaksa di jalani oleh sebagian para musisi di Cikarang khususnya . Sebagian dari mereka yang tidak puas dengan industri musik di Tanah Air atau ingin mengembangkan sayap pun mencoba peruntungan dengan bergabung dengan label.
Di masa Pandemi ini beberapa kegiatan event musik di Cikarang bisa di bilang sepi, hali ini di awali saat peraturan pemerintah mengenai Covid19 di berlakukan. Para pekerja di industri musik di Cikarang
dan sekitarnya tidak luput dari dampak pandemi
Covid-19. Sebelum kehadiran pandemi, ekosistem kegiatan musik di Cikarang tidak bisa terlepas dari kegiatan pertemuan fisik yang menciptakan adanya
kerumunan manusia dalam penyelenggaraannya,
baik dalam kegiatan pertunjukan efent gigs
maupun dalam promo karya. Tidak hanya
berorientasi pada distribusi komoditas, pertemuan
fisik menjadi aktivitas “sakral” bagi para musisi
dan komunitas pendengarnya untuk menguku-
hkan ikatan serta menyampaikan nilai-nilai
dalam karyanya. Sehingga praktis, saat kegiatan
berkerumun menjadi aktivitas yang dilarang,
sumber pendapatan para pekerja yang terkait di musik Cikarang
ini menjadi terhenti. Berbulan-bulan kegiatan musik harus mengalami kondisi yang
tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Rantai
pendapatan terhenti akibat hilangnya kerumunan
penonton dan panggung gigs.
Secara umum geliat industri musik Di Cikarang mulai semakin mengarah ke arah yang lebih maju hal itu terlihat dari beberapa Event musik yang diadakan secara tertutup untuk membatasi kerumunan dan sangsi pemerintah, walau demikian event tersebut tetap antusias di hadapan Para kawan-kawan pecinta musik keras. Untuk mensiasati keboringan dalah efent gigs yang masih belum dapat perizinan dari pemerintah, beberapa band melakukan kegiatan promo dan live efent di dunia maya di akun sosial media seperti Facebook, Instagram, Youtube dll. Hal ini sangat memicu para musisi atau band agar tetap produktif menghasilkan karya wealau d masa pandemi ini.
Geliat musik Cikarang tidak
akan bisa terus bergerak tanpa adanya dukungan
dari penikmatnya. Situasi pandemi menjadi ruang
bagi para penikmat musik untuk ikut mendukung
pergulatan karya dari kawan-kawan musisi atau band Cikarang guna dalam mentransfer energi dalam ruang
pertunjukan digital maupun konvensional. Semoga geliat para pelaku dan penikmat musik keras Cikarang semakin terus maju dan pandemi ini cepat berlalu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar